Penting nya hutan dalam kehidupan, sudah sama-sama kita ketahui. Masyarakat yang tinggal di Indo China, khusus nya bangsa Vietnam, memang memiliki persepsi tersendiri atas keberadaan hutan ini. Mereka menyadari bahwa hutan adalah cadangan pangan yang tersembunyi. Tanpa ada nya hutan, mereka tentu akan kesulitan melawan gempuran tentara Amerika Serikat tatkala perang terjadi. Namun berkat kegigihan dan kejuangan nya yang tinggi, akhir nya mereka mampu memberi perlawanan yang setimpal, sekalipun dari sisi persenjataan dan teknologi perang, benar-benar sangat tertinggal. Berkat "cadangan pangan" yang berada di hutan inilah, pejuang-pejuang Vietnam mampu bergerilya di hutan-hutan selama berhari-hari untuk berperang melawan tentara Amerika Serikat.
Lain lagi dengan apa yang dipersepsikan oleh bangsa kita. Bagi kita, hutan lebih dinilai sebagai anugrah Tuhan yang perlu dijaga dan diperhatikan kelestarian nya. Hutan harus dijaga. Hutan perlu dipelihara. Dan hutan tentu saja harus diperhatikan kelestarian nya. Kita memandang hutan sebagai sumber kehidupan. Oleh karena itu, sekira nya ada ulah dan tingkah polah dari orang-orang yang melakukan pengrusakan terhadap hutan, maka menjadi kewajiban kita bersama untuk melawan nya. Kita tidak boleh tinggal diam jika diketahui ada oknum-oknum yang melakukan penebangan hutan tanpa tata cara yang benar. Kita tidak boleh berpangku tangan jika dikenali ada serombongan orang yang melakukan pembabatan hutan sekedar untuk mengeruk keuntungan ekonomi. Bahkan kita pun wajib hukum nya untuk melakukan perlawanan jika tampak ada orang-orang yang melakukan pembalakan hasil hutan.
Konservasi hutan, rupa nya tidak terlepas dari budidaya hutan. Ke dua "perlakuan" ini penting untuk dikemas secara sistemik. Pandangan terhadap konservasi hutan, seperti nya harus disesuaikan dengan perguliran jaman. Konservasi tidak diartikan secara kaku. Konservasi tidak pas kalau diukur dengan keputusan yang sifat nya "hitam putih". Namun dalam semangat konservasi, juga masih terbuka peluang ada nya "ruang pengelolaan" yang dapat ditempuh dengan tetap berbasis pada keseimbangan ekologi, ekonomi dan sosial. Hutan sebagai sumber kehidupan, pasti membutuhkan model pengelolaan yang penuh dengan kebajikan dan kearifan. Mengelola hasil hutan, kelihatan nya bukan hanya sekedar menebang pohon-pohon yang berada di kawasan hutan, tapi yang tak kalah penting nya adalah bagaimana agar "pergantian" pohon yang ditebang pun mampu disiapkan secara baik. Satu pohon yang ditebang harus diganti oleh satu pohon yang ditanam.
0 komentar:
Posting Komentar